Di dunia ini Allah menciptakan banyak perbedaan antara makluknya, namun semua itu tidak lah ada yang sempurna selain nabi kita Muhammad, dan sungguh kuasanya Allah dari sekaian banyak manusia yang di ciptakan Allah mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing dan allah menyuruh kita untuk saling melengkapi kekurangan itu, salah satunya dari segi perbedaan status sosial yang dimana kita adalah orang yang punya ilmu, punya pekerjaan dan punya harta yang apapun bisa kita dapatkan, disamping itu ada juga orang yang dia tidak beruntung yang tidak merasakan bangku pendidikan sehingga mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, untuk itu di tiap rezeki yang kita dapat Allah menitipkan sebagian untuk orang-orang yang membutuhkan itu, dan kita wajib untuk memberikanya, karna dari rizki yang kita keluarkan itu Allah akan menggantinya 10x lipat, mungkin tanpa kalian sadari atau mungkin juga disadari, karena Allah menggantinya tidak selalu berupa materi, Allah bisa mengganti dengan kesehatan kita, atau keberuntungan yang benar-benar menguntungkan buat kita, karena Allah akan selalu memberikan yang terbaik buat kita dan allah memberikan apa yang kita butuhkan selagi kita bersyukur, taat, dan rajin bersedekah.
Selama melakukan sedekah pun saya bisa merasakan janji Allah itu, karna saya percaya akan janji Allah yang dimana saya selalu mendengar itu dari ustad-ustad dan ulama-ulama di indonesia, dan jika kamu ingin merasakan lebih besar kenikmatan dari Allah maka kamu harus juga belajar ikhlas nya lebih besar, yang kamu lakukan yaitu sedekah yang ekstrim, otomatis besar-besaran donk, nekat, dan dengan kepercayaan penuh kepada Allah, sedekah ekstrim bisa anda lakukan jika anda benar-benar merasa kesulitan dan sangat butuh keajaiban dari Allah, maka kamu harus lah menambah penderitaan itu, loh ko menambah ?
Ya maksudnya jika anda sudah kesulitan harta, kenapa ga sekalian aja harta yang masih ada anda sedekahin, toh sama-sama sulit juga kan tapi tunggu kesulitan yang anda tambah itu jika anda melakukan dengan ikhlas allah akan menggantinya dengan kemudahaan, dan memberikan rezeki 10x lipat bahkan bisa lebih dari harta yang telah anda keluarkan, seperti pengalaman saya kemarin karena saya sedang dalam kesulitan keuangan untuk membayar kuliah saat itu saya sudah mendaftar kuliah namun uang untuk cicilan pertama pun belum ada sedangkan paling lambat akhir bulan itu, ketika itu kebetulan di tempat saya bekerja ada acara rohani yang di hadiri ustad yusuf mansyur beliau berkata :
” sedekah yang sangat bernilai yaitu jika anda mengorbankan benda atau sesuatu yang paling anda butuhkan atau disayang “
karna saya sudah pasrah dan menyerahkan semua pada allah untuk mengeluarkan uang yang selembar-selembarnya sebesar 50ribu di dompet, saya sedekahkan dengan penuh keyakinan, dan subhanallah pada akhir bulan saya gajian saya mendapatkan 6jt lebih dari kantor tempat saya bekerja, setelah saya tanya kepada HRD ternyata itu adalah bonus yang saya dapatkan dari project yang saya kerjakan kemarin, saat itu saya senang sekali karna Allah mendengar do’a saya dan saya percaya akan janji Allah, saya di ganti bukan 10x lipat lagi tapi beratus-ratus kali lipat, sehingga saya bisa pakai uang itu untuk bayar kuliah saya, oh iya sedekah ekstrim itu bukan berarti harus banyak dan besar, tapi anda mensedekahkan benda yang benar-benar anda butuhkan dan anda sayang dan tidak ada penggantinya dari benda itu..
"Sedekah Ekstrem" dalam konteks Islam mengacu pada sedekah yang diberikan dengan harta terbaik yang dimiliki seseorang, dengan keyakinan teguh akan janji Allah SWT yang akan memberikan imbalan yang layak. Sedekah ini tidak sekadar mengenai jumlah atau nilai materi yang disumbangkan, melainkan juga tentang ketulusan dan keyakinan yang kuat dalam jiwa.
Berikut adalah sejumlah poin krusial mengenai Sedekah Ekstrem:
Peta Terunggul:
Sedekah ekstrem mencakup penyerahan aset yang paling disukai atau dicintai oleh individu, bukan harta yang sudah tidak terpakai atau berkualitas rendah.
Keyakinan yang Mendalam:
Sedekah ini dilakukan dengan keyakinan yang mendalam bahwa Allah SWT akan memberikan imbalan yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.
Ikhlas:
Sedekah yang amat besar juga perlu dilakukan dengan niat tulus semata-mata karena Allah SWT, tanpa menginginkan balasan dari manusia.
Contoh sedekah luar biasa yang dapat dilakukan adalah memberikan harta yang paling berharga, atau bersedekah di saat sulit dengan iman akan bantuan Allah.
Hal yang krusial untuk diingat adalah:
Sedekah yang tidak tulus atau dilakukan untuk pamer tidak akan diterima oleh Allah SWT.
Sedekah seharusnya disalurkan kepada mereka yang memerlukan, seperti orang-orang miskin, anak-anak yatim, atau mereka yang mengalami kesulitan.
Sedekah tidak hanya dalam bentuk uang, melainkan juga dapat berupa tindakan positif, senyuman, atau ucapan yang baik.
Dengan mengetahui konsep sedekah ekstrem dan melakukannya dengan ikhlas, seorang muslim diharapkan dapat memperoleh keberkahan dan keridhaan Allah SWT, serta menerima balasan yang berlipat ganda.
"Sejuta Keajaiban Sedekah" mengacu pada keyakinan bahwa sedekah, atau sumbangan sukarela kepada yang memerlukan, memiliki banyak manfaat dan keutamaan, baik di dunia maupun di akhirat. Sedekah tidak hanya meringankan kesulitan orang lain, tetapi juga dianggap membawa berkah dan kemudahan dalam hidup bagi yang melakukannya.
Beberapa keajaiban dari sedekah yang sering dibahas antara lain:
Peningkatan keberuntungan dalam rezeki:
Allah SWT berjanji bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, bahkan akan digandakan pahalanya.
Membawa berkat:
Sedekah dipercaya memberikan berkah dalam kehidupan, baik berupa kesehatan, kebahagiaan, maupun kelancaran rezeki.
Menangkis bencana:
Sedekah dapat berfungsi sebagai pelindung dari malapetaka dan kesulitan, serta menjaga dari kejahatan orang lain.
Menjadi perlindungan di hari akhir:
Sedekah akan menjadi perlindungan bagi orang yang melakukannya di hari kiamat.
Meningkatkan kesejahteraan mental:
Studi menunjukkan bahwa memberikan sedekah dapat meningkatkan kebahagiaan serta mengurangi tingkat stres.
Mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda:
Sedekah yang diberikan pada waktu tertentu, seperti hari Jumat, atau kepada individu tertentu, seperti kerabat, dapat memperoleh pahala yang lebih besar.
Merawat kebersihan harta dan jiwa:
Sedekah membantu menyucikan harta dari hak-hak orang lain serta membersihkan hati dari sifat tamak dan serakah.
Perlu diingat bahwa sedekah yang paling baik adalah yang diberikan dengan tulus dan tanpa mengharapkan balasan, serta didasari oleh niat yang murni untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Sedekah sebaiknya disalurkan kepada mereka yang memerlukan, seperti keluarga dekat, tetangga, atau orang-orang yang kurang mampu.
Berbagai contoh amal yang dapat dilakukan:
Sedekah harta: Menyalurkan sebagian kekayaan kepada yang memerlukan.
Sedekah ilmu: Membagikan pengetahuan serta pengalaman kepada orang lain.
Sedekah tenaga: Menolong orang lain dalam menyelesaikan tugas.
Sedekah senyuman: Menyampaikan senyuman yang ikhlas kepada orang lain.
Dengan menyadari keajaiban sedekah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan kita semua bisa memperoleh manfaat dan keberkahan dari sedekah yang telah kita sampaikan.
Sedekah, mendengar namanya, orang sudah kenal keutamaannya. Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Seorang muslim yang bersedekah berarti dia membuktikan kejujurannya dalam beragama. Betapa tidak, harta yang merupakan bagian yang dia cintai dalam hidupnya, harus dia berikan ke pihak lain. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut sedekah sebagai ‘burhan’ (bukti). Dalam hadis dari Abu Malik Al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti, sabar itu sinar panas, sementara Al-Quran bisa menjadi pembelamu atau sebaliknya, menjadi penuntutmu.” (HR. Muslim 223).
Sedekah disebut ‘burhan’ karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah dan pemurah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik. Untuk itulah, setelah Allah menceritakan sifat orang munafik, Allah sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-Munafiqun, Allah berfirman,
Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).
Untuk itulah, seorang hamba hanya akan mendapatkan hakekat kebaikan dengan bersedekah, memberikan apa yang dia cintai. Allah berfirman,
“Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai.” (QS. Ali Imran: 92)
Hadis berbicara tentang keajaiban Sedekah
a. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صدقة السر تطفىء غضب الرب
“Sedekah dengan rahasia bisa memadamkan murka Allah” (Shahih At-Targhib, 888)
b. Dari Ka’b bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
والصدقة تطفىء الخطيئة كما يطفىء الماء النار
Sedekah bisa memadamkan dosa, sebagaimana air bisa memadamkan api. (Shahih At-Targhib, 866)
c. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن الصدقة لتطفئ عن أهلها حر القبور وإنما يستظل المؤمن يوم القيامة في ظل صدقته
“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah, 3484).
Yazid – salah seorang perawi yang membawakan hadis ini – menceritakan: ‘Dulu si Martsad, setiap kali melakukan satu dosa di hari itu maka dia akan bersedekah dengan apa yang dia miliki, meskipun hanya dengan secuil kue atau bawang.’ (As-Silsilah As-Shahihah, 872).
d. Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
داووا مرضاكم بالصدقة
“Obati orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (Shahih At-Targhib, 744).
Ibnu Syaqiq menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ibnul Mubarak – guru Imam Bukhari -: ‘Saya memiliki luka di lutut selama tujuh tahun, sudah coba diobati dengan berbagai macam cara, sudah konsultasi dokter dan tidak ada perubahan.’ Ibnul Mubarak menyarankan, ‘Buatlah sumur di daerah yang membutuhkan air. Saya berharap akan menghasilkan sumber air dan menyumbat darah yang keluar.’ Diapun melakukannya dan sembuh. (Shahih At-Targhib)
e. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap datang waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan keduanya berdoa. Malaikat pertama memohon kepada Allah, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang memberi nafkah’, sementara malaikat satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kehancuran bagi orang yang pelit.’ (HR. Bukhari & Muslim).
f. Dari Al-Harits Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang wasiat Nabi Yahya kepada bani israil. Salah satu isi wasiat itu, Nabi Yahya mengatakan,
وآمركم بالصدقة ومثل ذلك كمثل رجل أسره العدو فأوثقوا يده إلى عنقه وقربوه ليضربوا عنقه فجعل يقول هل لكم أن أفدي نفسي منكم وجعل يعطي القليل والكثير حتى فدى نفسه
Aku perintahkan kalian untuk banyak sedekah. Perumpamaan sedekah seperti orang orang yang ditawan oleh musuhnya dan tangannya diikat di lehernya.
Ketika mereka hendak dipenggal kepalanya, dia bertanya: ‘Bolehkah aku tebus diriku sehingga tidak kalian bunuh.’ Kemudian dia memberikan yang dimiliki, sedikit atau banya, sampai dia berhasil menebus dirinya. (Shahih At-Targhib, 877).
Betapa luar biasanya pengaruh sedekah. Setiap dosa dan kesalahan yang dilakukan manusia merupakan ancaman baginya. Tumpukan dosa itu cepat atau lambat akan membinasakannya. Namun dia bisa selamat dari ancaman ini dengan memperbanyak sedekah, sampai dia bisa bebas dari neraka.
g. Sedekah sama sekali tida mengurangi harta
Itulah jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta” (HR. Muslim)
h. Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
ذكر لي أن الأعمال تباهي، فتقول الصدقة: أنا أفضلكم
“Diceritakan kepadaku bahwa semua amal akan saling dibanggakan. Kemudia amal sedekah mengatakan: ‘Saya yang paling utama diantara kalian'” (Shahih At-Targhib)
Hadis di atas hanya sebagian riwayat yang menunjukkan keajaiban Sedekah. Masih banyak riwayat lain yang menyebutkan keajaiban Sedekah. Mengingat demikian besar keutamaan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan umatnya untuk mengharapkan kenikmatan yang Allah berikan kepada dua jenis manusia, salah satunya adalah orang yang Allah beri harta, dan dia rajin bersedekah siang dan malam. (HR. Bukhari & Muslim).
Sedekah yang Paling Utama
Sedekah dengan banyak keutamaan di atas, tentu saja nilainya bertingkat-tingkat sesuai keadaan ketika bersedekah. Berikut beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah kita nilainya lebih utama dari pada sedekah normal,
Pertama, sedekah secara rahasia
Merahasiakan sedekah akan lebih mendekati ikhlas. Karena itulah nilainya lebih besar dibanding sedekah yang diketahui orang lain. Allah berfirman,
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu..” (QS. Al-Baqarah: 271).
Kedua, sedekah ketika masih sehat, kuat, dan punya harapan hidup lebih lama
Dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Sedekah seperti apakah yang paling besar pahalanya?’ beliau menjawab:
“Engkau bersedekah ketika kamu masih sehat, rakus dengan dunia, takut miskim, dan bercita-cita jadi orang kaya. Jangan tunda sedekah sampai ruh berada di tenggorokan, kemudian kamu mengatakan: ‘Untuk si A sekian, si B sekian, padahal sudah menjadi milik orang lain (melalui warisan).’ (HR. Bukhari & Muslim)
Pada saat sehat, muda, umumnya manusia masih sangat butuh harta, dan cinta harta dan kekayaan. Bersedekah pada kondisi tersebut akan membutuhkan perjuangan yang lebih besar untuk melawan nafsunya, dibandingkan sedekah yang dilakukan oleh orang yang tidak lagi punya harapan banyak dengan kehidupan dunia karena sudah tua.
Ketiga, sedekah yang diberikan setelah menunaikan kewajiban nafkah keluarga
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik sedekah adalah harta sisa selain jatah nafkah keluarga. Mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sedekah ini bernilai lebih baik, karena dilakukan tanpa menelantarkan kewajibannya. Mengingat kaidah baku dalam syariat, amal wajib lebih didahulukan dari pada amal sunah.
Keempat, sedekah pada saat krisis
Orang yang memiliki sedikit, namun dia berani bersedekah, menunjukkan keseriusan dia dalam beramal, disamping sikap istiqamah yang dia lakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana bia demikian’
كان لرجل درهمان تصدق بأحدهما، وانطلق رجل إلى عرض ماله، فأخذ منه مائة ألف درهم فتصدق بها
“Ada orang yang memiliki 2 dirham, kemudian dia sedekahkan satu dirham. Sementara itu ada orang yang memiliki banyak harta, kemudian dia mengambil seratus ribu dirham untuk sedekah.” (HR. Nasai dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
Kelima, nafkah untuk keluarga
Barangkali banyak kepala keluarga yang belum terbayang, ternyata nafkah yang kita berikan kepada kelurga sejatinya bisa bernilai pahala. Dengan syarat, dilakukan dalam rangka mengharap pahala Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرجل إذا أنفق النفقة على أهله يحتسبها كانت له صدقة
“Seseorang yang memberikan nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dr Allah maka itu bernilai sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bahkan nafkah keluarga yang diniatkan utk beribadah kepada Allah, nilainya lebih besar dibandingkan yang disumbangkan untuk orang miskin. Karena nafkah keluarga hukumnya wajib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أربعة دنانير: دينار أعطيته مسكيناً، ودينار أعطيته في رقبةٍ، ودينار أنفقته في سبيل الله، ودينار أنفقته على أهلك، أفضلها الدينار الذي أنفقته على أهلك
Ada 4 dinar: satu dinar kau berikan ke orang miskin, satu dinar kau sumbangkan untuk pembebasan budak, satu dinar untuk jihad fi sabililllah, dan satu dinar yang kau jadikan nafkah untuk keluarga, yang paling utama adalah satu dinar yang kau nafkahkan untuk keluarga. (HR. Muslim)
Keenam, sedekah kepada kerabat
Sedekah ini lebih utama karena nilainya ganda: sedekah sekaligus mempererat silatur rahim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصدقة على المسكين صدقة، وهي على ذي الرحم اثنتان صدقة وصلة
Sedekah kepada orang miskin nilainya hanya sedekah. Sedekah kepada kerabat nilainya dua: sedekah dan menyambung silaturrahim. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi dan Ibnu Majah).
SAAT kita melakukan sedekah secara ekstrem maka balasan yang akan kita terima pasti secara ekstrem juga. Bahkan terkadang balasan itu tidak masuk akal datangnya. Kesimpulan ini berdasarkan beberapa artikel kisah nyata tentang sedekah; sedekah nekat atau keajaiban sedekah dan berbagai pengalaman langsung yang dirasakan.
Sedekah ekstrem adalah sedekah DENGAN HARTA TERBAIK dan dengan keyakinan yang tinggi akan janji yang langsung diberikan Allah dalam Alqur’an. Pelaku sedekah ekstrem sangat yakin berapa pun harta yang dikeluarkan pasti akan dibalas LANGSUNG oleh Allah, sesuai dengan janji Allah di Alqur’an; yaitu kelipatan 10 sampai ratusan kali lipat.
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari HASIL USAHAMU YANG BAIK-BAIK dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan JANGANLAH KAMU MEMILIH YANG BURUK-BURUK lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji,” (Al Baqarah; 267).
Ayat inilah yang ada hubungannya DENGAN SEDEKAH EKSTREM. Kita disuruh menyedekahkan harta kita yang terbaik. Kemudian kita juga dilarang memberikan sedekah kita dengan harta yang kita anggap remeh atau kita sendiri tidak membutuhkannya. Inilah dasar bagi para pelaku sedekah ekstrem.
Allah adalah MAHA MENEPATI JANJI, dan apa yang tertulis di Alqur’an adalah apa yang langsung diserukan Allah kepada umatnya. Adalah sebuah kerugian besar jika kita tidak yakin akan perkataan langsung Allah tersebut. Coba kita baca dan renungkan apa yang langsung diserukan Allah tentang sedekah di bagian bawah ini:
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan,” (Al Baqarah; 245).
Dalam ayat ini Allah dengan jelas mengatakan akan melipat gandakan, DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK bagi siapa saja yang gemar sedekah. Di akhir kalimat ditekankan bahwa hanya Allah-lah yang bisa melapangkan atau menyempitkan rejeki makhluk ciptaanNya.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (Al Baqarah; 261).
Dalam ayat ini Allah secara jelas menyebut perhitungan matematis saat kita mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Jika menurut perhitungan matematis itu berarti sedekah kita akan dibalas hingga 700 kali lipat! Di akhir ayat Allah menekankan akan membalas sedekah itu bagi siapa yang Dia kehendaki, jadi pasti ada dong yang tidak mendapatkan balasan. Makanya kita perlu sedekah dengan ikhlas dan yakin akan janji Allah. Jangan setengah-setangah.
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati,” (Al Baqarah; 274).
Dalam ayat ini Allah menjanjikan bagi siapa saja yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kekhawatiran dan segala bentuk kesedihan. Anda saat ini sedang punya masalah? Makanya, ayo segera bersedekah.
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar,” (Al Baqarah; 114). []
"Sedekah luar biasa, imbalan luar biasa" adalah frasa yang menggambarkan kepercayaan bahwa sedekah yang diberikan dengan harta terbaik dan keyakinan tinggi akan memperoleh ganjaran yang menakjubkan dari Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat. Ide ini berlandaskan pada janji-janji Tuhan dalam Al-Quran dan hadis mengenai keunggulan sedekah.
Penjelasan tambahan:
Sedekah Ekstrem:
Ini merujuk pada sedekah yang diberikan dengan harta yang paling dicintai, bernilai tinggi, atau dalam jumlah besar, beserta dengan ketulusan dan keyakinan yang mendalam bahwa Allah akan memberikan balasan yang sesuai.
Balasan yang Sangat Kuat:
Keyakinan ini berlandaskan pada ayat-ayat Al-Quran serta hadis yang menjanjikan imbalan berlipat ganda bagi mereka yang beramal. Balasan ini dapat berupa keberuntungan dalam rezeki, kemudahan dalam urusan, perlindungan dari bencana, atau pahala yang melimpah di akhirat.
Contoh Sedekah yang Sangat Besar:
Orang yang memiliki rumah mewah mungkin memilih untuk menyumbangkan rumah itu, atau orang yang kaya mungkin memilih untuk menyumbangkan sebagian besar kekayaannya dengan keyakinan penuh akan imbalan dari Allah.
Signifikansi Keikhlasan:
Walaupun sedekah yang ekstrem menawarkan imbalan yang besar, keikhlasan tetap menjadi kunci utama. Sedekah yang diberikan dengan tujuan riya, ingin dipuji, atau dengan niat buruk lainnya tidak akan menghasilkan pahala yang diharapkan.
Kiat Sedekah:
Selain berdonasi dalam bentuk uang, sedekah juga dapat berupa tenaga, waktu, pengetahuan, atau bahkan senyuman. Yang paling utama adalah ketulusan dan niat baik dalam menjalankannya.
Kesimpulan:
"Sedekah luar biasa, imbalan luar biasa" adalah prinsip yang mendorong umat Muslim untuk memberikan sedekah dari harta terbaik dan penuh keyakinan terhadap janji Allah. Walaupun respon yang diterima mungkin tak terduga atau sulit dipahami, ketulusan dan niat baik merupakan dasar utama dalam beramal.
Tahun 2006 saya dikontrak sebuah bank syariah, dibayar 2 Milyar. Bayar hutang 1,4 Milyar, sisanya semua disedekahin.
Habis itu, tahun 2007 dapet kontrak 9 Milyar. Hati saya dan istri berdegup keras, jika disedekahin lagi total? Hmmm … Jannah, surga, Jebret!!! Ga pake mikir, sedekah lagi. Semua. Sampe akhirnya saya merasakan sedikiiiit yang dirasa Abu Bakar… yang penting dicukupkan Allah saja. Selebihnya, memang harta Allah kok.
Tahun 2007, dah ngalir aja cash in dan cash out. Bener-bener ngalir. Allah Maha Kaya. Allah kasih saya anak 5, bisa ibadah, bisa dakwah, bisa usaha/dagang.
Saya kalo lihat kawan-kawan, saudara-saudara yang ada duit, pengeeeeennn ngasih tau, “sedekah dah… jangan pake mikir… biar Allah yang ngurus semua keperluan.”
Tahun 2008, kembali ada simpanan 200 ribu dollar. Waktu itu mau berhenti jadi ustadz, he he. Ini duit hasil usaha. Eh eh eh, di enolin lagi. Sisa 30 juta. Begitu sisa 30 juta, eh eh eh. Malah dikontrak lagi sama satu perusahaan, dengan bayaran 500 ribu dollar! Subhanallaah, manalah saya ga percaya sama Allah…
Cuma emang, perjalanan riyadhah dulu, sampe selesai masalah. 7 tahun. Jangan merasa lelah, jangan merasa capek. Terus aja berjalan. Perjalanan sedekah saya, ga ada apa-apanya dibanding mereka-mereka yang berjihad dengan darah dan air matanya. Bahkan dengan para guru. Ga ada apa-apanya.
Doa saya dikabul Allah… pengen sedekah yang GEDEEEEEEE… Alhamdulillah. Sekarang jika saya mengajak orang sedekah, bukan karena saya pengen duitnya, tapi kepengen agar orang merasakan bahwa janji Allah itu BENAR… juga biar menikmati rangkaian amal shaleh yang ditawarkan.
Tahun 2008 atas izin Allah, kami tinggalkan rumah kami, lalu kami ngontrak. 2 mobil pun diberikan untuk Allah. Entahlah… ada perasaan bahagia bisa ngasih Allah.
***
Kalo inget perjalanan sedekah di awal, untuk bisa sedekah, kudu puasa. Supaya bisa ngasih orang lain jatah yang mestinya dimakan.
Ngajar di salah satu madrasah, honor 45 ribu. Saya bilang ke kawan, “Yuk, kita sedekahin aja…”
Alhamdulillah, banyak yang geleng kepala.
Kata mereka, “Ini aja jauh dari cukup.”
Saya yakinkan, “Makanya yuksedekahin aja… Biar jadi 5 juta!”.
Kawan-kawan malah minta saya duluan sedekah. Ya bismillaah aja. Itu di tahun 1999 kejadiannya. Habis sedekah 45 ribu, alhamdulillah, ga hasil. He he he… saya santai aja.
Eh eh, kawan-kawan yang malah ngomongin. “Dapet Suf 5 jutanya?”
Saya nyengir… Saya jawab, “Ga dapet…”
Seorang kawan, ini cerita ya, mudah-mudahan bukan riya nih, aamiin … seorang kawan bilang, “Kirain sedekah 45 ribu beneran dapet 5 juta…”, setengah ngeledek.
Tapi saya sambung, “ga dapet 5 juta. Sebab dapetnya lebih dari 50 juta…” #kalem.
Yang Benar, Yang Bersedekah. Statement tersebut, mungkin sedikit ekstrim dan menukik. Kurir Langit adalah gerakan yang semindset dengan mereka yang selalu mendahulukan otak kanan dalam berfikir, bertindak dan menyikapi berbagai hal tentang kehidupan, termasuk tentang sedekah. Intinya, “Satu Action Baik mengalahkan Seribu Lima Ratus Planing Baik”. Pemikiran seperti ini memang bukan pemikiran orang kebanyakan. Sebab sebagian besar dari kita selalu mengedepankan otak kiri yang selalu melahirkan pemikiran kekiri-kirian. Maka, tentulah yang mempunyai mindset seperti inilah yang mampu menerima dengan penuh keyakinan tentang pemahaman dan statement diatas. Coba kita cermati, amati dan yakini hal berikut : .
Sedekah itu berasal dari bahasa arab “shodaqoh” , dan asal kata “shodaqoh” berasal dari kata“shidiq” dengan makna “Benar”, “Benar” dalam bahasa inggris “Right”, “Right” juga memiliki makna “Kanan”Garis besarnya, jika niat bersedekah jangan kebanyakan mikir, analisis , pemikiran ini dan itu (Otak Kiri) yang ujung-ujungnya malah tidak jadi sedekah (BACA: tidak jadi beramal).
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS Al-Baqarah 267)”
Jangankan tidak bersedekah, memilih hal-hal yang kurang baik saja untuk disedekahkan sudah jelas-jelas dilarang. Apalagi tidak bersedekah. Sering sekali orang berpikir terbalik dan terjebak pemikiran untuk memberi apa yang sudah tidak bisa kita pakai sendiri. Baju yang sudah tidak terpakai, peralatan yang sudah tidak kita butuhkan, buku atau majalah bekas, atau barang apapun yang sudah tidak berguna untuk kita. Justru hal-hal seperti inilah yang sering orang berikan dengan ‘ikhlas’. Ya, tentu saja, ‘ikhlas’ memberikannya, mereka sendiri sudah tidak menginginkannya.
Sebenarnya, boleh juga memberikan barang yang sudah tidak berguna kepada orang lain, siapa tahu mereka masih bisa memanfaatkannya. Tapi ingatlah balasan dari Allah selalu setimpal bahkan berlipat ganda. Bagaimana jika kita memberikan sesuatu yang sudah tidak berguna, dibalas pula oleh Allah dengan sesuatu yang tidak berguna bagi kita dengan jumlah yang berlipat ganda. Semoga tidak! Mari Memberikan yang TERBAIK dengan IKHLAS sebab PASTI DIBALAS.
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah) maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Baqarah:245)
Hal ini yang sangat meyakinkan bahwa setiap pemberian dan sedekah kita PASTI DIBALAS BERLIPAT GANDA, sebab ini janji Allah. Ketika itu sudah janji Allah, maka MUSTAHIL TIDAK DIBALAS. Semoga anda juga percaya janji Allah! Itu adalah salah satu bukti otentik keimanan seseorang. Bahkan lebih ekstrim lagi, Ikhlas tidak ikhlas, Pasti dibalas. Janji Allah tidak pernah dusta. Kewajiban orang beriman adalah meyakininya dengan segenap hati.
Ikhlas disini bukan berarti anda tidak boleh mengharapkan sesuatu. Dengan kita bersedekah, kita boleh mengharapkan apapun yang kita inginkan, misalnya, kita bersedekah karna ingin dikembalikan 700 kali lipat oleh Allah SWT, kita bersedekah karna ingin dimudahkan rezekinya, kita bersedekah karna ingin menjadi pengusaha, kita bersedekah karena ingin sehat, kita bersedekah karena ingin diampuni dosanya, kita bersedekah karena ingin punya jodoh dan keturunan yang baik. Apalagi jika yang diiinginkan hanyalah pahala, sekali lagi SUDAH PASTI.
Itu semua boleh. Yang tidak boleh adalah, kita bersedekah tetapi mengharapkan sesuatu dari manusia, misalnya, pujian dari orang lain. Itu sangat tidak di bolehkan. Intinya asalkan kita Mengharapnya hanya pada Allah, itu semua tidak lah susah jika Allah yang menginginkan. Sedekah tanpa Berharap, hanyalah melakukan 1 kebaikan yaitu sedekah. Sedekah dengan Berharap, berarti melakukan dua kebaikan, Bersedekah dan berharap hanya kepada Allah.
Semua ibadah harus dilaksanakan dengan Ikhlas, namun Ikhlas itu butuh proses. Sedekah tidak harus ikhlas , yang penting banyak dulu. Pengertian banyak itu prosentase (10-25% dari pendapatan). Ikhlas itu perlu dilatih, perlu dibiasakan, perlu dirutinkan. Kalau sudah keseringan sedekah, apalagi kecanduan faidahnya Insya Allah mau tidak mau akan semakin ikhlas. Seperti halnya Khusyuk, Sholat itu harus khusyuk, tapi tidak khusyu bukan alasan benar untuk tidak sholat.
Khusyuk dalam sholat perlu dilatih dengan seringnya mengulang dan mengulang sholat. Sama seperti kita sewaktu kecil dipaksa untuk berpuasa oleh orang tua. Tidak ikhlas awalnya. Tapi kemudian karena dilakukan terus menerus, lama-lama jadi ikhlas juga kan.. Sedekah yang banyak-banyak dulu, Sebentar juga ikhlasnya bakal nyusul, YAKIN!
Pertama sedekah selembar 100rb-an memang berat, kepikiran terus, sampai kebawa mimpi, apalagi kalau langsung hajar sedekah 1jutaan. Tapi sedekah kedua, ketiga, keempat 100rb-an , insya Allah bibit-bibit ikhlas mulai muncul, dan sedekah-sedekah berikutnya ikhlanya bakalan nempel terus. Sedekahlah, yang penting banyak dulu, kalaupun tidak ikhlas tapi tetap bermanfaat besar bagi mereka yang membutuhkan.
Sedekah terang-terangan? Para sahabat terdahulu pernah mencontohkan melakukan sedekah terang-terangan, tujuannya untuk memberikan contoh kepada yang lain agar ikut bersedekah. Rasulullah mengatakan “Barangsiapa yang memulai satu kebiasaan baik dalam Islam maka baginya pahala sedekah dan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedkitpun”. (Al-Hadits)
Nah, kembali ke hati. Niatnya pamer atau syiar. Pamer atau riya’ sudah pasti tidak boleh, tapi jika niatnya syiar malah dianjurkan. Jangan khawatir, tetaplah bersedekah. Allah sudah jamin dalam ayat ini :
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS.Albaqarah:274)”
Sedekah terang-terangan itu baik, sembunyi-sembunyi juga lebih baik. Yang tidak baik adalah yang sembunyi-sembunyi tidak sedekah, apalagi terang-terangan menentang mereka yang bersedekah di Jalan ALLAH.
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS An-Nisa 114)”
Rassul SAW bersabda “Memberi sedekah, menganjurkan kebaikan, berbaktti kepada orang tua, dan silaturrahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan,menambah berkah umur, dan menolak kejahatan“ (HR.Abu Na’im).
Jadi tunggu apa lagi?
Sedekah tak akan mengurangi rezeki kita, sebaliknya ialah pintu rezeki yang sebenarnya. Rasulullah sendiri pernah menginformasikan, “Tidak ada sehari pun sekalian hamba memasuki suatu pagi, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya’. Sementara yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya’.” [HR Bukhari dan Muslim].
Apapun impiannya, beli dengan doa, usaha, dan amal. Amal? Iya, amal. Salah satu amalnya yah #sedekah. Alhamdulillah, ini yang saya lakoni saat bergelut dengan tantangan-tantangan dan bercumbu dengan impian-impian.
Terus, gimana saran teknisnya? Biasakan sedekah minimal 20% setiap bulannya. Paksa, bisa, terbiasa. Rumusnya begitu. Selanjutnya, sesekali (1-2 kali setahun), coba #SedekahEkstrim, alias melepaskan sesuatu amat bernilai dan amat berat bagi kita.
Misalnya rumah, kendaraan, perhiasaan, handphone, setengah dari tabungan, gaji & pendapatan kita, dll.
Ada lagi? Ada. Misalnya merelakan orang yang berutang dan bermasalah sama kita, itu juga bagian dari sedekah ekstrim. Kenapa? Lazimnya kita merasa nyesek untuk hal-hal yang beginian. Betul apa betul?
Kalau sudah sedekah rutin 20% dan sesekali sedekah ekstrim, insya Allah perubahan nasib juga ekstrim. Percepatan demi percepatan! Dengan izin Allah, saya dan alumni seminar sudah mencicipi ini sejak lama. Sedap!
Sedekahnya ke mana? Ke mana saja, baik insya Allah. Masing-masing ada fadilah tersendiri. Saya pribadi menyukai objek sedekah yang sarat amal jariyah dan sangat darurat. Contohnya, sekolah-sekolah di pelosok Indonesia (sekolah tepian).
Yes, saatnya take action:
- Mumpung Ramadhan.
- Mumpung ada niat.
- Mumpung ada umur.
- Mumpung ada rezeki.
Dengan sedekah, insya Allah berbagai impian seperti termudahkan dan tersolusikan. Pengen jodoh? Pengen anak? Pengen ke Tanah Suci? Beli aja. Tapi 'harganya' beda. Nggak cukup dengan sedekah biasa. Mesti sedekah yang ekstrim, sekalian juga amal-amal lainnya.
Saya ulang lagi, coba deh sedekah ekstrim. Jadi, nggak semua radikal itu jelek. Sesekali, mesti dijajal sedekah radikal alias sedekah ekstrim. Hehehe. Istilah saya 'berfoya-foya' di jalan Allah. Hehehe.
Masih takut? Takut apa?
- Takut rugi. Takut jatuh miskin.
- Apa? Takut miskin? Emang ente pernah kaya? Hehehe.
Selama ini kita sama-sama tahu:
- Berbagi, tak bakal rugi.
- Menentramkan hati.
- Memudahkan #rezeki.
- Insya Allah ini pasti.
"Zakat dan sedekah yang terus-menerus dikelola dengan baik, bisa menghapus kesenjangan sosial di Indonesia," pesan Zulkifli Hasan, ketua MPR.
Anda setuju? Bantu share ya. Mention juga teman-teman kita. Semoga bisa menggerakkan hati mereka.